Jajanan yg lagi TREND!

Jajanan yg lagi TREND!

Recent Posts

Rabu, 27 Februari 2013

Sttt! 8 Waktu Yang Baik Untuk Tutup Mulut

Hendaklah berkata baik atau diam. Kalimat tersebut memang terbukti benar. Berbicara terlalu banyak apalagi pembicaraan yang tidak bermanfaat kadang hanya akan membuat kita terlihat bodoh atau dianggap arogan, menimbulkan konflik, dan memperlihatkan kedangkalan pikiran kita.

Mendengarkan dan menutup mulut adalah hal yang baik diberbagai situasi. Diam membuat kita terlihat bijaksana dan dapat menghindari konflik. Diam juga bisa membuat hidup kita lebih mudah dan menjadi lebih bahagia.

"shhh!" pic: nillangit.com

Berikut beberapa waktu yang baik untuk tutup mulut:

1. Ketika orang-orang sedang bergosip

Bergosip sangat menyenangkan. Banyak orang tidak sadar kalau dirinya dan teman-temannya sedang bergosip. Membicarakan kebaikan dan keburukan seseorang kadang membuat kita merasa lebih baik. Ketika teman-teman sedang bergosip apalagi menggosipkan seorang teman, berusahalah menahan lidah. Dengarkan saja dan tidak usah ikut-ikutan bergosip. Berusahalah menahan diri untuk berbicara apalagi berbicara hal yang buruk karena bisa saja hal tersebut akan menjadi bomerang buat kita. Kalaupun memang harus berkata sesuatu, jangan katakan "iya memang, dia itu payah dan bla bla bla ..." tapi katakanlah "setidaknya dia sudah berusaha sebaik mungkin". Tolaklah mengatakan hal negatif sekecil apapun dan itu akan membuat kita menjadi  pribadi yang lebih baik.

2. Ketika orang lain bertanya tentang kehidupan percintaan kita

Bagaimana kencan semalam? Apa berjalan mulus? Pasti kita akan diserbu pertanyaan-pertanyaan tersebut ketika kita sedang pedekate dengan seseorang. Jadilah sedikit misterius. Tersenyum dan tidak menceritakan banyak detail kejadian tadi malam. Berhasil atau tidak itu bukan urusan mereka. Kecuali kita membutuhkan saran dari seseorang yang kita percaya. Menceritakan banyak hal tentang kegagalan atau ciuman tadi malam akan membuat kita terlihat payah, malu, atau berlebihan.

3. Ketika ada orang melabrak / mencela kita di depan orang banyak

Cukup tersenyum, menggeleng-gelengkan kepala, lalu tinggalkan orang tersebut akan membuat kita terlihat lebih kuat. Biarkan orang tersebut terjebak dalam kebodohannya memaki-maki orang lain di depan umum, hal tersebut malah akan memperlihatkan betapa bodoh dan arogannya orang itu. Daripada meladeni orang tersebut, katakanlah "Sudah cukup bicaranya?". Pertanyaan tersebut akan membuat kita menang dengan elegan.

4. Ketika kita mendapat penghargaan

Ketika kita berbuat sesuatu yang membanggakan, kita tidak perlu menceritakan panjang lebar bagaimana prosesnya sampai kita berhasil melakukannya. Kita tidak perlu membuktikannya lagi bahwa kita mengorbankan banyak hal untuk berhasil. Katakanlah terima kasih dan berikan senyuman.
 
5. Ketika marah

Lebih baik diam daripada berbicara dalam keadaan marah. Hal tersebut menghindari kita melakukan atau berbicara hal bodoh yang membuat kita menyesal nantinya.

6. Ketika membicarakan masalah keuangan

Jangan pernah mengumbar-umbar kalau kita sedang kesusahan. Menyebutkan jumlah gaji yang didapat, jumlah hutang-hutang, dan sisa uang yang ada di dompet hanya akan membuat kita terlihat tidak bersyukur, sangat miskin dan orang paling menderita sedunia. Ingatlah banyak orang yang lebih susah dari kita. Syukuri apa yang didapat dan berusahalah lebih keras untuk menjadi orang kaya.

7. Ketika mengantri

"Haduh lama banget. Pelayanannya lambat. Ngapain aja si tuh orang di depan? bla bla bla..." Mengeluh tiada arti. Hanya memperlihatkan kita orang yang tidak sabaran dan menyebalkan.

8. Ketika tidak menyukai seseorang

Poin yang ke-8 ini banyak sekali terjadi di sekitar kita. Menjelek-jelekkan orang yang kita tidak sukai adalah buang-buang energi. Just leave her/him alone. Tidak usah dipikirkan, dilihat-lihat, apalagi dibicarakan. Selain menimbulkan konflik, menjelek-jelekkan orang lain hanya akan membuat kita menjadi orang yang menyebalkan, terlihat bodoh, dan menurunkan image kita. Apalagi orang yang kita jelek-jelekkan lebih berprestasi dari kita. Jika kelakuan kita tidak dihentikan akan membuat orang jengkel dan mengatakan "memang kamu lebih baik atau lebih sempurna dari dia?" atau "emang prestasimu apa bisa ngomong begitu?" nah kan. Fokuslah pada apa yang disukai dan berprestasilah. Buktikan kepada orang tersebut kalau kita bisa berbuat lebih dari dia. Hal tersebut jauh lebih baik dan menjadi kemenangan hidup jika itu terjadi.


By. Hendra Dewantara

Artikel Terkait Lainnya:



2 komentar:

Gilina mengatakan...

setuju sama nomer 3 dan 8

Unknown mengatakan...

Betul sangat

Posting Komentar